1 / 20
Ekosistem Kantin, Saldo & SPP Terhubung

Cashless Sekolah.
Satu Platform, Lima Peran.

Siswa jajan tanpa uang tunai lewat scan QR atau tempel kartu RFID, orang tua top up & memantau lewat riwayat transparan, kantin punya kasir digital sendiri, dan sekolah maupun admin platform mengelola siswa, stan, dan orang tua dari satu tempat.

Siswa & Orang Tua
Kantin (Kasir)
Sekolah & Admin
Notifikasi Real-Time
Bayar SPP
Absensi Gerbang Otomatis
↓ Scroll, geser, atau gunakan tombol panah untuk menjelajah
Ekosistem

Lima Peran, Satu Platform

Setiap peran punya dashboard sendiri yang dirancang khusus untuk kebutuhannya — bukan satu tampilan generik untuk semua orang. Semuanya tersambung ke saldo & riwayat yang sama.

Orang Tua

Top Up & Bayar SPP

Isi saldo anak lewat virtual account, bayar tagihan SPP, dan pantau lebih dari satu anak sekaligus dari satu akun.

Sekolah & Admin

Kelola Siswa, Stan & Orang Tua

Cari, filter, dan nonaktifkan akun kapan saja; hubungkan orang tua ke anaknya — semua lewat popup, tanpa form tersembunyi di halaman.

Modul Kantin

Dua Metode Setara: QR Code & RFID

Kasir kantin mendukung dua cara verifikasi pembayaran yang bisa dipakai berdampingan di kantin yang sama — sekolah tidak perlu memilih salah satu. Klik salah satu kartu untuk langsung meloncat ke pembahasan lengkapnya.

Modul Kantin · Metode QR Code

Kasir Tampilkan QR, Siswa Scan

Kasir kantin memasukkan pesanan ke keranjang di layar kasirnya, lalu sistem menampilkan kode QR unik untuk pesanan itu. Siswa memindai kode tersebut lewat kamera di aplikasinya sendiri — tanpa perlu perangkat tambahan apa pun di sisi kantin.

Cukup Kamera HP

Siswa memindai QR dengan kamera bawaan di aplikasi mereka sendiri — tidak perlu kartu fisik.

Live, Tanpa Refresh

Begitu siswa membayar, layar kasir otomatis berubah status — dikirim lewat koneksi real-time (SSE), bukan dengan memuat ulang halaman.

Tidak Ada Uang Fisik

Harga dihitung otomatis dari menu yang dipilih — kasir tidak pernah salah input harga secara manual.

Modul Kantin · Metode QR Code · Alur Transaksi

Dari Keranjang Kasir ke Saldo Terpotong

Klik nomor langkah untuk menelusuri prosesnya, dari keranjang kasir sampai saldo siswa terpotong.

1 Kasir Buat Pesanan 2 Tampilkan Kode QR 3 Siswa Buka Aplikasi 4 Scan via Kamera 4 Ketik Kode Manual 5 Saldo Terpotong + notif live 6 Layar Kasir Update
◄ geser bila terpotong, atau klik nomor langkah ►

Modul Kantin · Metode QR Code · Teknologi

Teknologi di Balik Fitur Ini

Tidak ada perangkat kasir khusus yang perlu dibeli — kasir cukup pakai layar yang sudah ada, siswa cukup pakai HP miliknya sendiri.

Kamera HP siswa
Dipakai lewat komponen scanner QR bawaan aplikasi — tidak perlu aplikasi kamera pihak ketiga.
Server-Sent Events (SSE)
Koneksi satu-arah dari server ke layar kasir — begitu siswa membayar, layar kasir langsung tahu tanpa perlu polling atau refresh.
Koneksi internet stabil
Diperlukan di kedua sisi — kasir untuk menampilkan kode, siswa untuk memindai & membayar.
Modul Kantin · Metode QR Code · Evaluasi

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Tanpa kartu fisik — siswa tidak perlu membawa apa pun selain HP yang sudah mereka bawa.
  • Tidak ada biaya perangkat tambahan — tidak perlu beli kartu atau alat pembaca RFID.
  • Selalu diverifikasi siswa sendiri — pembayaran hanya terjadi lewat aplikasi milik siswa, bukan diketik kasir.

Kekurangan

  • Bergantung baterai & HP siswa — tidak bisa dipakai jika HP siswa mati atau tertinggal.
  • Butuh koneksi internet di HP siswa — jaringan sekolah yang lambat bisa memperlambat proses scan.
  • Kurang cocok untuk siswa kecil — anak usia SD awal mungkin belum terbiasa membuka aplikasi & memindai sendiri.
Modul Kantin · Metode RFID

Tempel Kartu, Saldo Langsung Terpotong

Berbeda dari QR Code, RFID tidak lewat kode pesanan & tidak perlu siswa membuka HP sama sekali. Kartu yang sudah didaftarkan lebih dulu oleh sekolah/admin ke akun siswa menjadi kredensialnya sendiri — begitu kasir menempelkannya ke alat pembaca, sistem langsung mengenali siswanya & memotong saldo, tanpa langkah konfirmasi tambahan.

Tanpa Buka HP Sama Sekali

Kartu itu sendiri adalah kredensialnya — bukan pengganti kode yang harus dipindai lewat HP.

Langsung Potong Saldo

Tidak ada kode pesanan atau layar "menunggu" — begitu kartu terbaca & cocok, saldo terpotong seketika.

Didaftarkan Sekali di Awal

Sekolah atau admin platform menempelkan kartu siswa satu kali untuk mendaftarkan UID-nya — setelah itu kartu siap dipakai jajan.

Modul Kantin · Metode RFID · Alur Transaksi

Dari Tempel Kartu ke Saldo Terpotong

Klik nomor langkah untuk menelusuri prosesnya. Berbeda dari QR Code, tidak ada kode pesanan yang dibuat lebih dulu — kartu yang sudah terdaftar langsung jadi kredensial pembayaran begitu ditempelkan.

1 Daftarkan Kartu (sekali di awal) 2 Kasir Susun Keranjang 3 Tempel Kartu 4 Saldo Terpotong 5 Notifikasi & Update
◄ geser bila terpotong, atau klik nomor langkah ►

Modul Kantin · Metode RFID · Teknologi

Kebutuhan Perangkat

Pembaca kartunya fleksibel — pakai alat USB murah yang lazim dipakai kantin, atau cukup HP Android kasir yang sudah punya NFC, tanpa beli perangkat tambahan sama sekali.

Kartu RFID terdaftar per siswa
UID kartu disimpan ke akun siswa oleh sekolah/admin — bisa dirangkap sebagai kartu identitas sekolah, tidak hanya untuk kantin.
Alat pembaca USB, atau
Reader USB murah yang bertindak seperti keyboard — kartu ditempel, UID otomatis "diketik" ke layar kasir.
HP Android dengan NFC
Lewat Web NFC di Chrome — kasir bisa pakai HP/tablet Android yang sudah dipunya, tanpa alat pembaca terpisah.
Koneksi internet stabil
Diperlukan untuk mencocokkan UID kartu ke akun siswa & memotong saldo secara real-time.
Modul Kantin · Metode RFID · Evaluasi

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Paling cepat dari semua metode — tempel, langsung potong saldo. Tidak ada kode pesanan, tidak ada layar menunggu.
  • Tidak bergantung HP siswa sama sekali — tetap berjalan meski HP siswa mati, habis baterai, atau tertinggal di rumah.
  • Tanpa alat pembaca khusus — reader USB murah atau HP Android kasir yang sudah ada (Web NFC) cukup, tidak wajib beli perangkat baru.

Kekurangan

  • Kartu adalah otorisasinya sendiri — siapa pun yang memegang kartu bisa langsung jajan, tanpa konfirmasi tambahan di HP siswa. Kartu hilang perlu segera dinonaktifkan sekolah/admin.
  • Perlu pendaftaran kartu lebih dulu — setiap siswa baru harus didaftarkan UID kartunya oleh sekolah/admin sebelum bisa dipakai jajan.
  • Biaya kartu fisik — tetap ada pengadaan kartu per siswa, meski alat pembacanya bisa memakai HP yang sudah ada.
Modul Absensi Sekolah

Tap Kartu, Absen & Verifikasi Wajah

Kartu RFID yang sama untuk jajan di kantin juga jadi kartu absensi gerbang — siswa tinggal tempel, tanpa kartu tambahan. Setiap tap otomatis difoto & absensi tercatat seketika sebagai masuk atau pulang; pencocokan wajah berjalan di belakang layar tanpa pernah membuat siswa menunggu atau gagal absen.

Kartu yang Sudah Ada

Tidak ada kartu baru — RFID yang sudah dipakai jajan langsung berfungsi ganda sebagai kartu absensi.

Foto Otomatis, Tanpa Tombol

Kamera di layar gerbang mengambil foto tepat saat kartu ditempel — tersimpan untuk setiap tap, siap dilihat sekolah kapan saja.

Verifikasi Tidak Pernah Menghalangi

Absensi sah begitu kartu terbaca. Pencocokan wajah menyusul di belakang layar — bila tidak cocok, sekolah ditinjau, absensi tetap tercatat.

Modul Absensi Sekolah · Alur

Dari Tap Kartu ke Notifikasi Orang Tua

Klik nomor langkah untuk menelusuri prosesnya — perhatikan langkah 5 & 6: pencocokan wajah berjalan setelah absensi sudah tercatat, bukan sebelum.

1 Siswa Tap Kartu 2 Foto Otomatis Diambil 3 Absensi Tercatat masuk / pulang 4 Notifikasi WA Ortu 5 Cek Wajah di belakang layar 6 Cocok selesai 6 Tidak Cocok ditinjau sekolah
◄ geser bila terpotong, atau klik nomor langkah ►

Modul Absensi Sekolah · Teknologi

Teknologi di Balik Fitur Ini

Notifikasi WhatsApp & pencocokan wajah dijalankan lewat layanan yang di-hosting sendiri (self-hosted) — bukan langganan pihak ketiga, dan foto wajah siswa tidak pernah keluar dari server sekolah.

Kartu RFID yang sama seperti kantin
Tidak perlu pengadaan kartu terpisah — UID yang sudah terdaftar untuk jajan langsung dikenali di gerbang.
Kamera perangkat gerbang
Tablet/laptop dengan kamera di gerbang cukup — mengambil foto otomatis tepat saat tap, tanpa perangkat tambahan.
WhatsApp gateway self-hosted
Notifikasi terkirim lewat layanan WhatsApp yang di-hosting sekolah sendiri — tanpa biaya per-pesan ke pihak ketiga.
Mesin pengenalan wajah self-hosted
Pencocokan foto berjalan di server sekolah sendiri & selalu di belakang layar — tidak pernah menahan atau membatalkan absensi yang sudah tercatat.
Modul Absensi Sekolah · Pemantauan

Dashboard Pemantauan Sekolah

Pihak sekolah langsung tahu kondisi hari ini dari satu layar — berapa siswa yang masih di area sekolah, sudah pulang, telat, atau belum absen sama sekali — dihitung otomatis dari data tap hari itu, tanpa perlu rekap manual.

312

Masih di Sekolah

248

Sudah Pulang

14

Telat

6

Belum Absen

*Angka di atas contoh ilustrasi. Laporan lengkap bisa difilter per kelas & tanggal, dilengkapi foto tap masing-masing siswa, dan diunduh sebagai Excel — sama seperti riwayat transaksi kantin.

Modul Kantin · Perbandingan

QR Code vs RFID — Head-to-Head

Dimensi QR Code RFID (Kartu)
Perangkat TambahanTidak ada — cukup HP siswa yang sudah dibawaKartu terdaftar + reader USB murah, atau HP Android kasir (NFC)
Perlu Persiapan Dulu?Tidak — akun siswa aktif langsung bisa scanYa — sekolah/admin mendaftarkan UID kartu ke akun siswa lebih dulu
Alur PembayaranKasir buat kode pesanan → siswa scan/ketik di aplikasinya → siswa tekan "Bayar"Kasir susun keranjang → tempel kartu → saldo langsung terpotong, tanpa langkah lain
Konfirmasi di HP Siswa?Ya, wajib — siswa membuka aplikasi & menekan bayar sendiriTidak — kartu itu sendiri adalah otorisasinya
Jika HP/Kartu TertinggalTidak bisa bayar tanpa HPTidak bisa bayar tanpa kartu
Jika HP/Kartu HilangAman — akun tetap butuh login untuk dipakaiBerisiko — siapa pun yang pegang kartu bisa jajan; sekolah/admin harus segera menonaktifkan kartunya
Cocok untuk UsiaSiswa yang sudah terbiasa pakai HP sendiriSemua usia, termasuk kelas rendah SD
Fallback jika BermasalahKetik kode pesanan secara manualKetik UID kartu secara manual
Biaya PengadaanTidak ada biaya tambahanKartu per siswa (reader bisa pinjam HP Android yang sudah ada)
Notifikasi ke Orang TuaReal-time, otomatis (bawaan platform)Real-time, otomatis (bawaan platform)

Kedua metode aktif berdampingan di kasir yang sama — sekolah tidak perlu memilih salah satu; kantin bisa menawarkan keduanya sekaligus.

Fitur Orang Tua

Orang Tua Bisa Pantau Semua

Setiap transaksi — jajan kantin, bayar SPP, maupun top up — otomatis tercatat dan mengirim notifikasi ke HP orang tua saat itu juga. Semua terkumpul menjadi satu riwayat yang bisa dibuka, difilter, dan sekarang juga diunduh sebagai Excel kapan saja — layaknya rekening koran bank.

Export ke Excel
Nasi Goreng + Es Teh — Stan Bu Siti
08 Agu 2026 · 09:45
-Rp 15.000
Top Up Saldo dari Orang Tua
08 Agu 2026 · 07:30
+Rp 100.000
Roti Bakar + Susu — Stan Pak Budi
07 Agu 2026 · 12:10
-Rp 12.000
Pembayaran SPP — Agustus 2026
05 Agu 2026 · 08:00
-Rp 350.000
Cilok + Air Mineral — Stan Bu Siti
04 Agu 2026 · 09:50
-Rp 10.000
Top Up Saldo dari Orang Tua
01 Agu 2026 · 07:00
+Rp 200.000

*Tampilan di atas menyederhanakan riwayat asli — aplikasi sebenarnya juga punya filter tanggal, pencarian, detail per item belanja, dan tombol "Export ke Excel" di halaman Saldo & Riwayat Transaksi (tersedia di semua peran) untuk mengunduh rekening koran & riwayat transaksi berformat rapi siap cetak.

Modul Kantin · Panduan Implementasi

Kapan Pakai QR, Kapan Pakai RFID?

Kedua metode aktif bersamaan di kasir yang sama — pertanyaannya bukan "pilih salah satu", tapi mana yang sebaiknya jadi metode utama untuk tiap jenjang.

QR Code

Jadikan metode utama jika:

  • 1Siswa sudah terbiasa membawa & mengoperasikan HP sendiri (umumnya SMP ke atas).
  • 2Sekolah ingin mulai tanpa pengadaan kartu atau alat pembaca tambahan.
  • 3Implementasi cepat jadi prioritas — tinggal aktifkan akun siswa & orang tua.
RFID

Jadikan metode utama jika:

  • 1Siswa masih di jenjang SD awal, belum terbiasa membuka aplikasi sendiri.
  • 2Sekolah sudah/akan menerbitkan kartu ID siswa, dan bersedia mendaftarkan UID-nya lewat sekolah/admin.
  • 3Kecepatan antrean saat jam istirahat jadi prioritas utama — tidak ada langkah "buka HP & konfirmasi".
Rekomendasi: banyak sekolah memakai keduanya sekaligus — RFID untuk siswa SD, QR Code untuk siswa SMP/SMA — karena kasir yang sama mendukung kedua metode tanpa perangkat terpisah. Karena kartu RFID langsung mengotorisasi pembayaran begitu ditempel, pastikan orang tua/siswa tahu untuk segera melapor ke sekolah bila kartu hilang, agar bisa langsung dinonaktifkan.
Interaktif · Modul Kantin

Cari Rekomendasi untuk Sekolah Anda

Jawab 3 pertanyaan singkat berikut untuk melihat metode mana yang sebaiknya jadi andalan kantin sekolah Anda.

1. Jenjang siswa apa yang paling banyak jajan di kantin?
2. Apakah sekolah sudah punya/berencana menerbitkan kartu ID siswa?
3. Apa prioritas utama sekolah?

0 dari 3 pertanyaan terjawab

Kantin, Absensi, Saldo & Manajemen Pengguna Menyatu

Satu Kartu, untuk Jajan & Absen.

Modul kantin — dengan QR Code & RFID berjalan bersamaan — adalah fondasi ekosistem Cashless Sekolah, dan kartu RFID yang sama kini juga jadi kartu absensi gerbang lengkap dengan foto otomatis, verifikasi wajah, notifikasi WhatsApp ke orang tua, dan dashboard pemantauan real-time untuk sekolah. Saldo & riwayat bisa diunduh sebagai Excel kapan saja, sementara sekolah dan admin platform mengelola siswa, stan kantin, dan orang tua dari satu panel yang sama.